Tampilkan postingan dengan label Gereja Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gereja Baru. Tampilkan semua postingan

Susunan Majelis Jemaat 2010-2015

Tugas Menurut Sektor Pelayanan
Sektor Zaitun :
1. Pnt. Max Noya
2. Pnt. Ny. J. Birahy / H
3. Pnt. Anes Sinay
4. Dkn. Ny. P. Laisina / S
5. Dkn. Ris Taihuttu
6. Dkn. Empi Noya

Sektor Getsemani
1. Pnt. J. Nanulaitta
2. Pnt. D. F. Noya
3. Pnt. J. Noya
4. Dkn. Kres Noya
5. Dkn. Eca Noya

Sektos Galilea
1. Pnt. F. Soakakone
2. Pnt. Ny. S. Laisina/ M
3. Dkn. I. Titaley
4. Dkn. K. Siahaya

Sektor Betlehem
1. Pnt Zapnat Noya
2. Pnt. Ny. T. Noya/ S
3. Dkn. J. Noya
4. Dkn. Ny. T. Siahaya/ N

Sektor Tiberias
1. Pnt. P. Laisina
2. Pnt. L. Noya
3. Dkn. E. Noya
4. Dkn. Ny. A. Towelly/ H
5. Dk. E. Laisina
\

Kerja Gereja

Bapak Uka Noya, turut hadir dalam kegiatan kerja gereja
Bpk Reny Sahureka, sementara berada di bak penampungan semen dalam proses pengecoran slop tiang
nampak besi-besi yang siap untuk proses pengecoran tiang, ditunggu waktu mengeringnya slop barulah dilakukan pengecoran tiang

Nama-nama PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA BARU

Lampiran : Surat Keputusan No. 01/HLL/E.1/12/2007
Tentang Komposisi dan Personalia Panitia Pembangunan Gedung Gereja Baru Hulaliu

Penasehat : Raja negeri Hulaliu
: Ketua Majelis Jemaat
Pembina :
1. Bp. J. Isaak
2. Bp. Drs. M. M. Titaley
3. Bp. Luk Taihuttu. BA
4. Bp. Keni Sahureka
5. Bp. Drs. A. O. Noya
6. Bp. Utju Laisina
7. Bp. Nyong Sahureka

Ketua : Bp. J. Sahureka. BA
Wakil : Bp. Max Noya (Broiten)
Sekretaris : Sdr. Jafry Taihuttu. SH
Wakil : Bp. Ampi Laisina
Bendahara : Bp. Drs. Jop Noya
Wakil : Bp. Dony. F. Noya
Seksi Teknis Pembangunan

Ketua : Ir Hendry Sahureka, MT
Wakil : Bp. Lex Noya
Anggota :
1. Ir. Ny. Ita Latupapua/ N
2. Fieter. L. Frans. ST
3. Ny. N. N. Frans/ Sahureka. ST
4. Bp. Max Tuanakotta. ST
5. Bp. Direk Sahureka. ST
6. Bp. Wen Taihuttu. ST
7. Bp. Billy Noya. ST
8. Bp. Rudy Simaihira. ST
9. Bp. Yosi Noya. AMD
10. Bp. Max Mataheru
11. Bp. Max Noya (Suli)
12. Bp. Emang Latuihamallo
13. Bp. Polly Siahaya
14. Bp. Lex Sarlia
15. Bp. Ica Titaley
16. Bp. Nus Siahaya (Benyo)
17. Bp. Ica Siahaya
18. Bp. Epu Siahaya
19. Bp. Yang Latuihamallo
20. Bp. Epu Laisina
21. Bp. Memu Siahaya
22. Bp. Memu Laisina
23. Bp. Acia Noya
24. Bp. Bau Laisina
25. Bp. Ferry Makoy
26. Bp. Cada Renwarin
27. Bp. Ceu Noya
28. Bp. Frans Siahaya
29. Bp. Losiri Siahaya
30. Bp. Berhti Timisella
31. Bp. Ely Nanulaitta
32. Bp. Hengky Birahy
33. Sdr. Ampi Tahapary
34. Bp. Wem Noya
35. Bp. Jopi Hatalaibessy
36. Bp. Nus Akihary
37. Bp. Au Sinay
38. Bp. Au Matulessy
39. Bp. Kres Pattiradjawane
40. Bp. Yani Siahaya
41. Bp. Evert Laisina
42. Bp. Meiko Kilonressy
43. Bp. Ais Nanulaita
44. Sdr. Elvis Siahaya
45. Bp. Jopi Siahaya
46. Bp. Ica Tuanakotta
47. Bp. Ance Siahaya
48. Bp. Hesbert Siahaya
49. Bp. Wem Noya
50. Bp. Max Noya (Badung)
51. Bp. John Timisella
52. Bp. Heng Hatalaibessy
53. Bp. Hengky Noya
54. Bp. Abang Maruanaya
55. Bp. Abang Noya (Ahe)
56. Bp. Rishard Taihuttu
57. Bp. Cos Laisina
58 Bp. Ica Noya (Nang)

Seksi Usaha Dana
Ketua : Bp. A. Noya (Emang)
Anggota
1. Bp. Keny Sahureka
2. Bp. A. Latuipeirissa
3. Bp. Toni Birahy
4. Bp. Drs. D. Siahaya
5. Bp. Drs. Bob Siahaya
6. Bp. Nus Tuanakotta
7. Bp. Utju Tuanakotta
8. Bp. Thomas Matulessy. S.Sos
9. Bp. Drs. Iphi Siahaya
10. Bp. Andy Tuanakotta
11. Bp. Mesak Fritz Noya
12. Bp. Polly Noya SPd
13. Bp. Bob Taihuttu (Guru)
14. Bp. Neles Noya (RRI)
15. Bp. Semy Siahaya. SE
16. Bp. Stef Noya
17. Bp. Drs. Tjo Laisina
18. Bp. A. Noya (PDAM)
19. Bp. Drs. Tjak Noya. Mkes
20. Bp. Etja Noya. TNI
21. Bp. Polly Taihuttu. S.Sos
22. Ny. Yul Izaac/ Upressi
23. Ny. Lin Nahusona/ P
24. Bp. Buje Maruanaya
25. Ny. Natje Kailola/ Noya
26. Bp. Weinan Tuanakotta.S.Sos
27. Sdr. Manu Sahureka
28. Sdr. Mon Sahureka
29. Sdr. Stevi Titaley. ST.Msi
30. Bp. Drs. Jemy Lesnusa
31. Bp. Ir. Bob Birahy
32. Bp. Drs Nus Taihuttu
33. Bp. Teo Noya (Karpan)
34. Nn. Levy Noya. S.Sos
35. Bp. Tos Tuanakotta
36. Bp. Tos Tahapary

Seksi Konsumsi
Ketua : Ibu. Ona Tuanakotta/ N
Wakil : Ibu Evi Matulessy
Anggota
1. Ibu. M. Noya Laisina
2. Ibu. Tien Ngarbingan/ Noya
3. Ibu. An Sasabone
4. Ibu. Cori Birahy/ S
5. Ibu. Tenci Tuanakotta
6. Ibu. Lina Noya
7. Ibu. Ana Noya
8. Ibu. Ata Nanulaitta
9. Ibu. Ice Laisina
10. Ibu. Cory Siahaya
11. Ibu. Ata Noya
12. Ibu. Cory Laisina
13. Ibu. Luci Noya
14. Ibu. Oba Matulessy
15. Ibu. Nona Siahaya/M
16. Ibu. Lucy Tahapary. S
Di tetapkan di : Hulaliu,
Pada tanggal : 23 Desember 2007

Majelis Jemaat
Ketua Sekretaris

Pdt. J. Lopuhaa Pnt. S. Siahaya

BEKERJA UNTUK KERJA GEREJA



Sabtu, 28 Maret 2009

Pagi itu tidak ada pekerjaan di lokasi gereja. namun banyak ibu-ibu bapak-bapak dan para pemuda ke Hutan untuk mengumpulkan batu. Batu ini dikumpulkan bukan untuk membangun gereja tapi untuk dijual kepada kontraktor yang sementara menyelesaikan proyek talud di Negeri Hulaliu tepatnya di belakang rumah bapak Bram Maruanaya.
Masing-masing sector dengan sukacita berusaha untuk mengumpulkan batu 15 Kubik persektor, Batu yang seharga 70 ribu rupiah per kubik ini dijual agar dapat membiayai konsumsi tiap sektor yang selalu bekerja, karena bila tidak demikian maka tiap keluarga harus menanggung biaya untuk konsumsi. Inisiatif bekerja untuk kerja gereja ini diambil agar mengurangi pengeluaran keluarga.
Dengan demikian maka jelas bahwa Jemaat dan warga Hulaliu “Haturessy Rakanyawa” yang sementara ada dalam proses pembangunan Gedung gereja baru benar-benar adalah jemaat yang mau bekerja keras dan sungguh-sungguh untuk mewujudkan sebuah Gedung Gereja Baru.

PROFIL ELVIS SIAHAYA


“Inilah Saat kita” begitulah kalimat yang diungkapkan oleh Elvis Siahaya yang mengandung banyak arti. Ia menambahkan bahwa sekarang saatnya bagi kita generasi muda yang ada untuk berkarya bagi pembangunan gedung gereja Hulaliu. Bayangkan banyak orang tua-tua kita yang memiliki kemampuan membangun dan ketrampilan pertukangan yang handal namun mereka tidak dapat kesempatan untuk dapat membangun sebuah gedung gereja yang baru. Hal ini jelas karena panitia pembangunan gedung gereja pernah dibentuk dan terbentur dengan banyak hambatan sehingga lambat laun tidak berjalan lagi. Panitia pembangunan ini merupakan panitia ketiga dan mampu untuk membangun gedung gereja yang baru. Menurut Cucu dari Elsama Siahaya (tete Ama) ini jika proses pembongkaran gedung gereja ditunda-tunda maka kemungkinan Panitia kali ini akan menuai cerita yang sama dengan panitia-panitia sebelumnya.
Lelaki kelahiran Hulaliu 5 September 1978 ini juga merupakan anggota panitia termuda seksi teknis ini menyatakan siap dan bersedia dengan sungguh-sungguh untuk ada dalam proses pembangunan gedung gereja Betlehem yang baru, karena menurutnya ia akan merasa bangga jika turut ada dalam proses pembangunan ini. Kesehariannya bergumul bersama panitia yang jauh lebih tua dibandingnya tidak membuat ia merasa berkecil hati tetapi sebaliknya merasa bangga bisa bertukar pengalaman dengan para tukang diantara bapak Emang Latuihamallo, Bpk Nunu Siahaya, Bpk Ales Noya, Bpk Ais Nanulaita.
Karena tergabung dalam panitia sehingga Anak dari Bpk Jopi Siahaya ini menceritakan bahwa walaupun tiap orang masuk kerja menurut waktu kerja sektornya namun ia harus terus hadir. Elvis juga menyatakan bahwa kerja bagi rumah Tuhan ini tidak boleh dengan bersungut atau pancuri tulang, karena sapa biking bai dia dapa bai

KECELAKAAN KERJA

Kamis, 12 maret 2008
Hujan deras melanda negeri Hulaliu, namun semangat dan kerja tak berhenti, suasana dilokasi pembangunan masih terlihat ramai oleh berbagai pekerjaan yang dilakukan bukan saja oleh para lelaki tetapi juga oleh kaum perempuan dan ibu hingga pukul 13.00 siang saat itu lokasi pembangunan yang tergenang air di sisa-sisa tehel bangunan gereja lama sehingga menjadi licin. Bpk Epu Siahaya yang juga adalah panitia pembangunan seksi teknis ini sementara berjalan di pinggiran kolam, tergelincir dan jatuh di dalam kolam yang berukuran 2x2m dengan kedalaman 2m. Akibatnya ia mengalami luka robek oleh tepian tehel, yang kemudian dijahit oleh Ibu Vien Siahaya istri dari Bpk Berthy Siahaya kepala Puskesmas Hulaliu,
Selesai dilakukan penutupan luka dan perawatan Menurut Ibu Vein luka dengan 18 jahitan ini perlu waktu istirahat yang cukup mengingat luka tersebut berada di bagian kaki kiri dekat pergelangan kaki bagian dalam sehingga diharuskan untuk mengurangi aktifitas gerak. Dengan demikian maka ayah dari April Siahaya ini harus beristirahat beberapa waktu hingga luka sembuh barulah dapat melakukan aktifitas pembangunan bersama dengan jemaat dan masyarakat yang lain.

Kerja Hari Pertama


Senin 9 April 2009
Proses pembongkaran gedung gereja Tua dimulai jam 8:15 diawali dengan arahan dari Pdt Jemaat Raja Negeri dan kemudian DOA awali pekerjaan oleh Raja Negeri. Dalam Doa Raja memohon dari Tuhan agar menggerahkan dan menyadarkan semua anak negeri agar dapat ikut serta dalam proses ini. Setelah itu jemaat yang kebanyakan para lelaki oleh Pdt menyanyikan lagu DSL “Jangan kamu takut Aku adalah” menambah meyakinkan jemaat akan kasih Tuhan dalam proses kerja dihari ini setelah itu doa pemberkatan oleh Pdt Jemaat.
Ketua panitia Bpk J . Sahureka dalam arahannya memberi semangat dan meyakinkah bahwa “Jangan Takut Dosa” karena ini demi membuat gedung gereja yang baru. Dan diakhiri dengan arahan dari panitia bagian pembangunan Bpk Alex Noya menyatakan bahwa proses hari ini dilakukan secara hati-hati dengan panduan dari panitia seksi teknis.
Proses pembongkaran diawali dengan memasang bambu (stelen) agar dapat naik ke bagian atap gereja guna pelepasan seng, jendela, pembongkaran / pemindahan mimbar kecil dari dalam gedung gereja untuk diamankan guna digunakan di gedung gereja yang baru nanti. Pemindahan bangku dan barang-barang kantor jemaat, payung mimbar.
Setelah istirahat makan siang raja memberikan kekaguman atas kinerja masyarakat dan jemaat Hulaliu yang dalam beberapa jam saja telah menyelesaikan pelepasan atap seng. Kerja dilanjutkan kembali dengan proses pelepasan tiang Noh dan kegiatan hari ini berakhir dengan doa syukur oleh pendeta jemaat.
Dalam keterangan Bpk Alex selaku tenaga teknis mengatakan bahwa pembongkaran gereja tua akan berlangsung kurang lebih 2 minggu bahkan lebih tapi pada akhirnya kerja dapat diselesaikan hingga tuntas hanya dalam waktu kurang dari 5 hari sebagai bukti kinerja dan upaya masyarakat dan jemaat yang sungguh ingin membangun gedung gereja yang baru.

Kerja

PROSESI IBADAH PERDANA DI GREJA DARURAT


Minggu 8 February 2009
Setelah arak-arakan dengan membawa alat-alat sakramen dari Gereja tua maka tibalah para pelayan (Ketua Klasis PP. Lease, Ketua MJ, para MJ dan seluruh anggota Jemaat) untuk melanjutkan ibadah perdana di Gereja Darurat (depan Pekuburan Umum).Sekaligus acara pembukaan Sidang Jemaat ke 28 Jemaat GPM Hulaliu.

Gereja BARU

ini adalah gambar gereja Hulaliu yang baru yang akan dibangun di tahun ini.
mungkin semua basudara tahu tentang proses pembangunan gedung gereja yang baru tapi melihat rancangannya sama sekali belum.. Ahaone menampilkan gambar demi kepentingan informasi yang basudara butuhkan...

semoga Tuhan memberkati kita dan memberi kita kekuatan dalam proses pembangunan gedung gereja ini.
















Gereja Baru

Gubernur memberikan semangat pembangunan

Gubernur Maluku Karel Alberth Ralahalo... saat memberikan sambutan pada acara peletakan batu alasan pembangunan Gereja Betlehem Hulaliu, hadir juga Ketua Sinode GPM DR. Jhon Ruhulesin.. suasana meriah menyambut kedatangan gubernur yang dengan kesederhanaan naik mobil milik Eten Ais..
oya... Pa Gub datang dengan kapal Siwalima..

Kerja

di tempat inilah batu penjuru atau dalam bahasa Hulaliu disebut Hatu Noit... akan di letakan oleh Gubernur maluku. inilah adalah proses awal. Dengan cara gotong royong smua dikerjakan... lalu bagimana dengan basudara su datang lia negeri kabalong datang kerja lai jua....

Kemegahan Terakhir